Jawa Tengah, Pekalongan

Mengenal Limun Oriental, Softdrink jadul Pekalongan yang Bertahan di Tengah Gerusan Jaman

Sekitar tahun 97-98an saat aku masih bersekolah dasar, setiap perjalanan pulang ke desa, bapak akan beberapa kali berhenti di sebuah warung untuk istirahat. Di warung-warung tersebut mudah dijumpai minuman aneka warna yang manis. Dulu dikenal dengan Limun dan Orson.

Limun dan Orson seolah menjadi minuman Istimewa di saat itu sebelum digeser oleh minuman bersoda yang kini sangat banyak.

Sekilas tentang Limun

Di era 80-90an , minuman Limun sangat mudah dijumpai di mana-mana. Hampir semua warung makan menjual minuman satu ini . Banyak juga yang menyebut minuman limun sebagai banyu londo  karena pada masa penjajahan, hanya orang Belanda dan para Pribumi kaya/ priyayi yang bisa menikmatinya.

Namun, setelah kehadiran pabrik soda MODERN, nama Limun mulai jarang ditemukan. Pabrik-pabrik limun gulung tikar, beberapa masih “hidup segan, mati tak mau”

Limun merupakan minuman yang  terbuat dari asam sitrat (sitrun) ,perasa buah, air, dan uap karbon dioksida (CO2) yang diproses menggunakan mesin sederhana. Warna-warna limun yang menyolok sangat menarik perhatian mata.

Minuman Limun banyak ditemukan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Meski tidak setenar dulu, pabrik limub tetap bertahan di tengah era Globalisasi.

Sejarah Limun Oriental Pekalongan 

Mendengar kata Pekalongan, hal yang pertama kali muncul di benak adalah Batik. Kota Pekalongan memang  dikenal sebagai kota Batik. Berbagai macam batik dengan mudah dijumpai di kota satu ini.  Namun, Pekalongan juga memiliki banyak kuliner dan minuman khasnya. salah satunya adalah Limun.

Limun Oriental cap Nyonya Shiluet merupakan merk Limun dari perusahaan limun tertua yang ada di Kota pekalongan, Jawa Tengah. Pertama kali didirikan pada tahun 1920an. Hingga kini, sudah generasi kelima yang mengelola.

Beberapa waktu lalu aku berkesempatan langsung berkunjung ke pabrik limun Oriental dan berbincang dengan pemilik pabrik Limun tersebut.

Sebagai salah satu pelopor minuman Limun di Pekalongan , perusahaan Limun Oriental berusaha mempertahankan warisan turun-temurun yang telah  berusia satu abad ini.

Perjalanan Pabrik Limun Oriental sempat mengalami pasang surut karena tergerus zaman. Hadirnya merk-merk minuman ringan bersoda dari pabrik-pabrik besar menggeser pkeberadaan minuman limun. Sampai saat ini Pabrik Limun Oriental tetap berproduksi dan memasarkan produknya hingga ke luar daerah meski dengan peralatan sederhana. Pemilik pabrik mengatakan,  setiap minggunya Pabrik ini mengirim 100 krat kepada  salah satu café yang berada di Surabaya

Varian Rasa Limun Oriental

Mataku tak henti menatap warna-warni mencolok yang betjeher di meja kasir. Yap, itu sampel Varian Rasa Limun Oriental. Setelah duduk pada salah satu kursi yang tersedia, aku memesan Limun Oriental asli Pekalongan ini.

Limun Oriental hingga kini memiliki 7 varian rasa yang bisa dipilih pembeli. Varian rasa tersebut yaitu, Kopi Mocca, Orange, Mangga, Sirsak, Framboze, Nanas dan lemon. Dari beberapa varian yang ada, Rasa Kopi Mocca adalah limun yang paling laris dijual dan diminati pasar.

Aku dan beberapa teman saling mencicipi rasa yang Berbeda-beda. Pertama aku mencoba rasa Kopi mocca, Rasa manis kopi dan moka bercampur jadi satu dengan uap Karbon dioksida (CO2) sehingga menghasilkan sensasi soda yang tidak terlalu menyengat. Rasanya mirip dengan salah satu merk limun yang berasal dari kota Jombang.

Harga Limun Oriental

Satu botol limun Oriental dijual sangat ekonomis, yaitu dengan harga 7500 hingga 10.000. harga 7500 berlaku  apabila minum di tempat, sedang harga  10.000   per botol berlaku untuk pengunjung yang ingin membawa pulang limun Oriental beserta botolnya.

Harga yang cukup terjangkau, bukan?

Lokasi Pabrik  Limun dan Café Oriental

Pabrik Limun Oriental Cap Nyonya SHiluet hingga kini masih berupa prabrik rumahan, meski diproduksi dengan mesin-mesin sederhana, namun setiap jam mampu menghasilkan ratusan botol Limun yang siap dijual.

Belakangan ini, bagian teras dari Pabrik Limun oriental disulap menjadi café kecil yang nyaman untuk sekadar mengobrol dan diberi nama Cafe Oriental. Tersedia beberapa menu tambahan yang dapat menemani manisnya limun oriental. Memang pembuatan café kecil ini mengikuti selera anak muda yang suka nongkrong, sehingga tidak heran di akhir pecan atau hari libur banyak sekali yang berkunjung ke tempat ini.

Tidak sulit untuk menemukan lokasi pabrik limun oriental. Pabrik ini terletak tidak jauh dari Museum Batik Pekalongan dan bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Museum. Limun Oriental terletak di jalan Rajawali Utara No. 15 Kota Pekalongan. Selain terletak tidak jauh dari Museum Batik Pekalongan, lokasi Pabrik sekaligus Café ini berada tepat di belakang bangunan benteng Pekalongan yang sekarang beralih fungsi menjadi rutan (rumah tahanan) kelas II A Pekalongan.

Nah, itu tadi sekilas tentang Limun Oriental Cap Nyonya Shiluet yang sudah berjalan selama lima generasi di Pekalongan. Saat berkunjung ke Pekalongan, jangan lupa mampir mencicipi Limun Oriental ya.

Tagged , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *