jalan-jalan, Uncategorized

Pengalaman Nyetir Motor Sendirian Rute Surabaya-Kediri-Blitar-Surabaya

Pengalama-nyetir-motor-Surabaya-kediri-Blitar

Pengalaman Nyetir Motor Sendirian – Wah ternyata sudah lama juga  nggak nulis di blog ini. haha maklum orangnya sok sibuk, sibuk nyari duit dan kebanyakan lagi aktif nulis di blog sebelah.

Daftar list postingan untuk blog ini udah lumayan numpuk, sebagian hasil jalan- jalan tahun lalu. Mumpung lagi banyak waktu di rumah mau nyicil bayar hutang tulisan.  

Pengalaman nyetir motor  Surabaya-Kediri – Blitar-Surabaya sendiri


Simpang-lima-gumul-rieagustina
Sebenarnya pengalaman ini sudah hampir setahun lalu waktu aku lagi ada urusan di Kediri. Tahun lalu, pas pertengahan bulan ramadan gini kebetulan tante mudik dari Bali, dan disuruh nemui di desa. Daripada aku harus  ngejar-ngejar kereta pagi buta karena tante nggak bisa lama, akhirnya muncullah ide nekatku memilih nyetir sendiri naik motor. Sebelumnya aku belum pernah motoran sendiri ke luar kota yang lumayan jauh, kebiasaan dibonceng sih kalau ke luar kota. Pengalaman pertamaku nyetir sendiri lumayan deg-degan juga karena keputusan yang sungguh nekat.

Rute Surabaya – Kediri naik motor
Pengalaman pertamaku naik motor sendirian ke Kediri di tengah bulan Ramadan.  Aku Berangkat dari rumah pukul setengah 6 setelah subuh. Seingatku waktu itu hari ke-14 ramadan dan cuaca cukup dingin di pagi hari.D ari rumah Rute yang kulalui:

  • Surabaya Barat (Lontar) – Wiyung
  • Wiyung – Kedurus – Sepanjang. Aku memilih lewat sepanjang daripada lewat jalur Driyorejo yang bisa langsung tembus Mojokerto untuk meminimalisir papasan sama truk trailer. 
  • Sepanjang – Taman – Kletek
  • Trosobo – Krian (lewat BY pass) – Tarik
  • Mojokerto – Mojoagung – Jombang
  • Jombang-Perak – masuk lewat Gudo (perbatasan Kediri – Jombang)
  • Dari Gudo (Sentra manik_manik ikuti jalan menuju Kunjang). Jalan ini juga jalan alternatif bagi kendaraan yang akan menuju Kediri Kota, Tulungagung atau Blitar lewat Pare.
  • Dari Kunjang masuk melalui desa Pelemahan – Setoyo, kemudian ambil jalan menuju desa Mojokerep

Sampailah di rumah nenek yang letaknya berada di Mojokerep. Selain lewat jalur di atas bisa juga melalui jalur kertosono – Bra’an- Papar- Purwoasri – Pertigaan ketawang – Mojokerep. Jika melakukan perjalanan pagi prefer lewat Kunjang karena lebih cepat, kalau malam jalanan sekitar Kunjang cenderung sepi dan gelap minim penerangan. 

Perjalanan pagi yang kutempuh memakan waktu 2,5 Jam dengan istirahat satu kali saat isi bensin. Cukup cepat dengan kecepatan 60-80km karena masih pagi hari dan tak banyak kendaraan yang melintas, hanya beberapa kali harus terhenti karena traffic light. Normalnya 3-3,5 jam kalau jalanan macet.

Namanya juga anak perempuan, nyetir sendiri pula. Begitu sampai Kediri eh nenek dan tante (adiknya bapak yang nomer 5) kaget, sepagi itu sudah sampai Kediri sendirian. Kemudian aku langsung tidur. Wkwk.. 

Oiya dari Surabaya – Kediri aku cuma isi bensin satu kali di daerah Jombang dengan kondisi berangkat tangki penuh kurang lebih 2,5 liter. Kala itu pakai motor matic FI. 

Rute Kediri – Kediri Kota

Jembatan Brawijaya Kediri

Siang harinya setelah urusan dengan tante selesai aku langsung memutuskan untuk ke Kediri Kota, karena udah janjian sama adik Sepupu. Dari Rumah nenek di Kabupaten ke Kediri kota memakan waktu 40 menit, rute yang kulalui:

  • Mojokerep ke Selatan melalui  jalan Bolowono-sampai ketemu Pasar Desa Wonokerto belok kiri ke arah perenpatan Bogo.
  • Dari perenpatan Bogo pilih sebelah kanan ke jalan Totok Kerot (Padangan) 
  • Lurus ikuti arah sampai  jalan Brawijaya – Belok ke Jalan pamenang
  • Kemudian belok ke jalan Joyoboyo tinggal lurus saja sampai nemu Salon Jojo 

Aku Janjian sama adik sepupu ini karena ingin potong rambut. Entah kenapa aku nggak pernah cocok kalau potong rambut di salon lain. Aku lebih cocok di salon milik adik sepupuku ini. Jadi ya kalau mau potong rambut harus nunggu pas pulang kampung.
Sorenya tanteku ngajak buka puasa bersama, karena saudara lain dari Tulungagung dateng nyamperin. Waktu itu kami berbuka puasa di Kebon Kota Kediri.
Oiya di depan salon adikku ini ada susu mak Tam, yang enak banget hahaha. Duh udah lama nggak main ke sana, mana sampai sekarang pengen ngewarna rambut belum kesampaian.

Salon Jojo Kediri 

Jalan Joyoboyo, Tepus. 

Rute Kediri Kota – Blitar Kota

Lahan-kelapa-Blitar
Sempat nyasar di daerah ponggok yang penuh lahan pohon kelapa

Memutuskan menginap semalam di Salon yang sekaligus jadi tempat tinggal adikku dan dua anaknya, keesokan paginya main ke rumah temen di Blitar.

Menurut Maps dari Kediri kota ke Blitar ini jaraknya hanya 1,5 jam , tapi ternyata aku malah nyasar gegara Google Maps sialan.
Pelajaran banget untuk tidak percaya penuh sama Google Maps. Apalagi aku nyetir sendiri mana dimarahin lewat tengah hutan pula. Untung siang hari.Rute yang kuambil menuju Blitar:

  • Jalan Joyoboyo – ikuti arah ke selatan – belok kiri menuju jalan plosoklaten – bundaran SLG
  • Ambil jalur keluar ke-4 menuju jalan totok kerot – ambil jalur menuju wates – ikuti jalan saja – jalur jalan Wates ini cukup panjang dari Wates Kediri sampai Wates Blitar ( yaiya namanya aja Wates alias batas)
  • Aku mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Maps,, melewati daerah Ngancar – Sidorejo – kemudian sampai Ponggok 

Nah di daerah Ponggok inilah sempet nyasar. 🤣🤣 nyasar di jalan yang naudzubillah hronjalan dan tidak layak. Dilalui. Sepertinya aku salah belok. 

Pada akhirnya nanya ke penduduk lokal sampai akhirnya bisa ketemu jalan besar lagi. Tak lama akhirnya aku bisa sampai ke rumah temanku. Heheh.

Berangkat dari Kediri setengah 10 pagi dan sampai Blitar sekitar pukul setengah 12. Harusnya bisa lebih cepat kalau nggak pakai drama nyasar. 

Rute Blitar – Surabaya 

Berteduh di depan sekolah Karang endi – Ponggok karena kehujanan

Rute Blitar Surabaya jalur yang kutempuh tak jauh berbeda, hanya dari Kediri aku langsung lewat Pare menuju Kunjang yang akan langsung tembus Gudo-Jombang dan melewati jalur yang sama dengan yang kulalui saat berangkat Surabaya-Kediri. 

Perjalanan Blitar Kutempuh selama 6 Jam, dengan beberapa kali istirahat karena sempat kehujanan di daerah Ponggok dan Pare. Sesangkan aku nggak bawa mantel. 

Saran, jangan berangkat malam hari kalau kamu cewek Sendirian. Aku waktu itu dari Blitar jam 4 Sore, sampai Surabaya sekitar pukul 10 malam. 

Nah itu dia pengalaman pertama aku nyetir motor Surabaya – Kediri-Blitar – Surabaya. Pengalaman pertama yang lumayan penuh cerita, mengantarku pada pertemuan dengan orang-orang baru juga. Teman-teman pada bilang aku cukup nekat  untuk ukuran cewek mungil nyetir sendiri dengan rute jauh. Wkwkw dan kemudian diulang lagi beberapa minggu setelahnya saat idulfitri dengan rute Surabaya-Kediri-Madiun-Kediri-Surabaya. 

Dari perjalanan tersebut aku jadi mulai hafal jalur lintas kota. Dan tentunya bisa jadi Pengalamanku untuk bercerita di sini. 

Semoga pengalaman tadi bermanfaat yaa buat yang mau nambah pengalaman berpetualang di Jalan. Eits, tapi jangan nekat kalau kondisi badan kamu nggak cukup kuat, karena ya perjalanan jauh motoran gini rawan di pinggang. Rasanya hampir patah.

Berhubung lagi Pandemi yang belum juga kelar, jalan-jalannya lewat tulisan aja dulu ya. Hiks semoga bisa jalan-jalan lagi. Jangan lupa tetap jaga kesehatan yah guys… 

Salam, 

Rieagustin

Tagged , , ,

About Rieagustina

Selain Suka Pantai, Aku juga suka kamu :)
View all posts by Rieagustina →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *