Cirebon, Jawa Barat

Mengunjungi Taman Sari Goa Sunyaragi,Cirebon dan Mengenal Mitosnya

Dua tahun belakangan aku bersyukur bisa berkunjung ke lebih banyak tempat yang ada di Indonesia (walaupun masih di Pulau Jawa, Sih) hehehe.. menikmati berbagai pengalaman baru yang belum pernah kudapat sebelumnya.

Berkunjung ke Kota Cirebon, hal yang terbesit di benak adalah  Makam Sunan Gunung Jati dan makanan khasnya, Empal Gentong. Namun, tidak hanya itu, di Cirebon juga terdapat beberapa tempat menarik untuk dikunjungi.Salah satunya adalah  Situs Taman Sari Goa Sunyaragi yang juga berada di Kota Cirebon. Dua kali aku berkunjung ke Situs satu ini yang pertama bersama keluarga dan yang kedua bersama teman-teman baru kala itu. Aku pernah menuliskan bagian-bagian situs Goa Sunyaragi yang unik di sini.

Tentang Situs Goa Sunyaragi

Mengulik Bagian-Bagian Situs Goa Sunyaragi

Hari sudah lumayan siang saat kami serombongan berlima ( Mbak Yuni, Mas Pandu, Mas Dito, Om Re dan aku sendiri) masuk ke Goa Sunyaragi.  Aku sendiri masih terkagum-kagum kagum saat menjejakkan kaki masuk ke dalam bangunan Gua Sunyaragi. Mas Pandu, mengeluh karena hari mulai panas, apalagi kondisi Goa Sunyaragi adalah Situs terbuka. Tapi pada akhirnya tetap berkeliling di tengah panas kentang-kentang karena penasaran untuk mengulik setiap sisi Goa Sunyaragi.

Gua-arga-jumut-goa-sunyaragi
Goa Argajumut, bagian Goa Paling depan di Gua Sunyaragi

Sebagian besar situs Goa Sunyaragi dibangun dengan menggunakan batu, bangunan-bangunan ini terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian goa dan bagian pesanggrahan. Bagian Goa terbagi menjadi dua belas bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Bagian pesanggrahan berfungsi sebagai tempat tidur para Sultan dan keluarganya.

Bagian-bagian Goa tersebut yaitu Goa Argajumut, Goa Peteng, Cungkup Goa Puncit, Goa Padang Ati, Bangsal Jinem , Goa Pengawal, Mande Kemasan, Goa Pande Kemasang, Goa Simanyang, Goa Langse, Goa Lawa, Goa Pawon.

Salah satu bagian Goa Sunyaragi, Goa Peteng (bagian bawah) berfungsi untuk bersemedi mengolah ilmu kebatinan dan kekebalan tubuh dan Cungkup Goa Puncit (bagian atas) berfungsi sebagai menara pengawas di masa kesultanan Cirebon.

Mitos Terowongan Ghaib

Salah satu bagian yang diyakini sebagai pintu masuk menuju tanah suci

Pertama kali aku berkunjung ke Situs Goa ini kebetulan ada salah satu kerabat kakak Ipar yang menjelaskan beberapa bagian dan mitos-mitos Selain sejarah dibangunnya lokasi ini yang menarik untuk dikulik, rasa penasaranku tertuju pada mitos-mitos yang berkembang di area ini.

Di Gua Sunyaragi terdapat Mitos mengenai keberadaan terowongan Ghaib. Mitos terowongan ghaib diyakini mengarah pada dua tempat berbeda, yang pertama terowongan ghaib menuju Mekkah-Madinah, dan terowongan gaib menuju Cina. Berkembangnya mitos tersebut yang percaya bahwa pada jaman dulu Sunan Gunung Jati pergi ke Mekah, Madinah dan China melalui terowongan ghaon ini.

Konon, di salah satu bagian goa terdapat pintu yang diyakini oleh masyarakat sebagai pintu yang dapat tembus ke tempat-tempat tersebut secara langsung. Benar atau tidaknya tergantung pada kepercayaan masing-masing.

Patung Perawan Sunti dan Mitos Jodoh

Goa Peteng, letak Patung Perawan Sunti sebelum dipindah. *abaikan penampakan yang juga peteng di foto :p*

Menariknya di lokasi seluas 1,5 hektar ini juga terdapat mitos tentang jodoh, loh. Mitos paling terkenal di Goa Sunyaragi memang adalah Patung Perawan Sunti.  Dulu, ada patung bernama Patung Perawan Sunti yang terletak di depan Goa Peteng, barangsiapa yang memegang patung tersebut maka ia akan seret jodoh atau tidak akan menikah seumur hidupnya. Namun kini, patung tersebut telah dimuseumkan, dan diganti dengan patung replika.

Berkebalikan dengan mitos Patung Perawan Sunti, di sebelah Goa Peteng terdapat Goa Kelanggengan. Barangsiapa melewati/masuk ke Goa Kelanggengan dipercaya dapat melanggengkan hubungan atau jabatan. Bagi yang belum menikah, masuk ke Goa Kelanggengan dipercaya dapat dengan mudah mendapat jodoh.

Percaya atau enggak, aku juga ikutan berdoa dong sewaktu masuk Goa ini. Siapa tahu bisa jodoh sama anu. Wkwk

Filosofi Patung Garuda Dililit Ular 

Di salah satu bagian lokasi ini ada patung yang  berbentuk burung garuda dililit oleh ular. Rupanya, patung ini juga mempunyai filosofi tersendiri . Patung Garuda dililit Ular melambangkan hubungan antara para sultan dengan rakyat pada jaman dahulu. Burung Garuda hidupnya di atas (langit) sedangkan ular di bawah (tanah).

Filosofinya, Garuda sebagai  penguasa, seorang raja yang berkuasa tidak boleh melupakan tanggung jawabnya terhadap rakyat. Karena hidup rakyat sangat bergantung pada sultannya.

Pohon Kelengkeng Jomlo

Di depan Patung Garuda dililit Ular, terdapat sebuah pohon kelengkeng tua yang telah berumur ratusan tahun. Yang aneh dari pohon kelengkeng ini adalah pohonnya tidak pernah berbuah sekalipun sejak ditanam ratusan tahun yang lalu.

Masyarkat percaya bahwa pohon kelengkeng ini berjenis kelamin lelaki, ditanam sendirian (hanya 1 pohon) sehingga tidak bisa mengalami pembuahan. Sehingga banyak pula yang menyebutnya pohon jomblo.

Filosofi mengapa pohon ini ditanam sendirian adalah karena keistimewaan buah kelengkeng pada masa kesultanan Cirebon. Kelengkeng tunggal melambangkan bahwa sejatinya sebuah pemerintahan/kerajaan hanya dipimpin oleh satu pemimpin/raja.

Berfoto bersama teman seperjalanan

Harga Tiket Masuk Goa Sunyaragi dan Jam Buka

Oiya, situs ini terletak di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Cirebon. Lokasinya mudah dijangkau. Masuk ke lokasi satu ini teman-teman cukup merogoh kocek sebesar 10.000 untuk sekali masuk. Jika membutuhkan pemandu untuk menerangkan sejarah Taman Sari Gua Sunyaragi, teman-teman cukup membayar sebesar 50.000 dengan minimal rombongan 5 orang.

Letaknya pintu masuknya berada di pinggir jalan raya, jadi cukup mudah untuk ditemukan. Apalagi Kota Cirebon merupakan kota kecil.

 

Tagged , ,

About Rieagustina

Selain Suka Pantai, Aku juga suka kamu :)
View all posts by Rieagustina →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *