BLITAR, jalan-jalan, Jawa Timur

Liburan Ke Pantai di Blitar Bonus Bertemu Sesuatu

“Bulan depan mantai yook” sebuah pesan muncul di grup obrolan whatsapp . Ajeng yang kala itu aru pulang dari Jogja mengajak kami liburan ke Pantai. Saya lansung megiyakan saja, ya berhubung butuh vitamin Sea.

Tinggal di kota besar yang jauh dari pantai yang sesungguhnya, membuat kami harus meluangkan waktu setidaknya bermain di Pantai “yang beneran pantai” . Coba aja dah tinggal di daerah yang ada pantainya, seminggu sekali bisa yak ke pantai 😀 sek, Surabaya kan punya pantai, pantai Kenjeran? Hahaha sudah biasa aja kalau ke Kenjeran, nggak bisa slulup.

Akhirnya pilihan jatuh ke Pantai yang ada di Blitar, kebetulan lagi bosen ke Malang juga.

“mas, pantai yang ada di Blitar yang bisa dikunjungi pakai mobil mana aja?” aku mengirim pesan singkat ke Mas Pandu, yang punya Blitar  😛

Tak lama beliau membalas dengan memberikan link destinasi pantai Blitar yang bisa dilewati Mobil. Beberapa pantai di Blitar yang kutahu memang jalannya masih belum cukup memadai untuk dilewati mobil. Seperti Pantai Pasur yang pernah aku kunjungi di tahun 2018 silam.

Setelah cukup ribut menentukan tujuan di WA grup kami pilih ke Pantai Tambak Rejo dan Pasetran Gondo Mayit. Nanti bakal kutulis Selengkapnya di postingan terpisah tentang dua pantai ini.

Transit Alun-alun Blitar bonus ketemu waria

Kami berangkat dari rumah Berta di Sidoarjo sekitar pukul satu malam demi melihat sunrise (niat banget eh liburan kali ini), lewat jalur Kediri karena cukup beresiko juga kalau lewat jalur Malang malem-malem. Sampai Alun-Alun Blitar  hampir shubuh. Niat hati ingin sholat shubuh di Masjid Agung Kota Blitar, namun saat itu cukup ramai karena akan ada acara. Akhirnya kami memutuskan untuk lanjut perjalanan.

Melewati lapak PKL yang tutup di alun-alun mata kami tertuju pada waria yang menoleh kearah mobil. Duduk di atas Sepeda Motor dengan pakaian sexynya. Buru-buru saya menutup kaca Jendela.

“ebuseet.. jam berapa nih kok masih aja mangkal”

Kami pun jadi tertawa sekaligus heran, udah hampir subuh kok ya masih mangkal.

Eh nggak berselang lama, setelah mobil yang kami tumpang berbelok ke arah jalan Semeru, ada Lagi cuy…

“Mas, mampir…” sambil tangannya melambai, kebetulan jendela tempat Bweta dan mas Irwan nyetir nggak ditutup. Kami sontak tertawa cekakakan dalam mobil sambil.

Serem juga lihat langsung. Udah lama nggak lihat langsung yang mangkal gitu.🤣

Sholat subuh di Masjid hampir dipatil Lele 

Kami berlima akhirnya memutuskan sholat subuh di masjid Baitul Atiq Kademangan Blitar. Yang lucu, di masjid ini di bagian wudhu wanitaya ada Lele besar dan hitam  yang dipelihara di bagian kubangan tempat wudhu.

Entah punya sinyal pada orang asing atau gimana, si Lele ini berusaha mendekati kami yang akan berwudhu. Sontak Aku, Ajeng, Berta dan Meme hampir menjerit. Mau masuk wudhu perjuangan sampai si Lele menjauh, mau keluar juga perjuangan nggak kena si lele ini. Nggak lucu juga kalau dipatil lele subuh-subuh gini, pikirku. 

Perjalanan menuju Pantai Tambak Rejo dan Pantai Pasir Putih 

Rute Menuju Pantai Tambak Rejo dari Alun-alun Blitar

Dari alun-alun rute yang kami lalui manut pada Google maps. Untung aja nggak nyasar. Hehe

  • Dari Masjid Agung kota Blitar belok ke Jalan Semeru kemudian berbelok ke Jalan Wilis.
  • Dari Jalan Wilis Lurus sampai ketemu Jalan Anggrek, ikuti arah aja lurus terus sampai ketemu jembatan Trisula.
  • Kemudian berbelok ke Arah kademangan
  • Di sini sempat berhenti di masjid untuk sholat subuh.
  • Setelah itu ikuti arah sampai ketemu desa Pasiraman dan jalan yang mulai menciut dan berbelok-belok. Kalau naik mobil waspada aja dengan mobil dari arah depan
  • Aku ikuti maps menuju arah Pasiraman yang ke arah Pantai Tambak Rejo.

Kondisi jalan yang kami lalui tak seberapa lebar, hanya cukup muat untuk dua buah mobil, itupun harus sambil was-was mengamati kaca spion.

Ditambah saat kami ke sana kondisi jalan masih diperbaiki. Sengatku sekitaran desa Pasiraman, jadi harus bergantian dengan mobil atau kendaraan lain yang berpapasan.

Pantai Tambak Rejo

Pantai pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Tambak Rejo yang terletak di Kecamatan Wonotirto, Blitar. Masih pagi sekitar jam 6 saat kami tiba dan wajah-wajah kami langsung kegirangan melihat Pantai lagi (nulis ini sambil bayangin bisa main ke pantai lagi). Hiks..

Meski masih pagi, sudah ada beberapa pengunjung yang datang dan beberapa pemancing. Yang menarik di Pantai ini terdapat beton-beton yang berfungsi sebagai pemecah ombak, karena memang saat main di tepian ombak ya cukup besar. Selengkapnya tentang Pantai ini akan aku tulis secara terpisah.

Setelah berpuas-puas di Pantai ini sampai pukul 9 pagi, segera memutuskan mencari sarapan ikan bakar khas pantai di warung yang tersedia di pinggir pantai.

Pantai Pasir Putih 

Pantai Pasir Putih letaknya bersebelahan dengan Pantai tambak Rejo, hanya dipisahkan oleh perbukitan. Namun untuk ke sana harus melalui jalan lain. Pantai Pasir Putih atau biasa disebut Pasetran Gondo Mayit (masih bingung juga membedakannya) pantainya jauh lebih bersih dari Pantai Tambak Rejo.

Hari mulai siang saat berada di Pantai ini, tapi hal tersebut nggak menyurutkan kami dengan tujuan awal ke pantai. Yaitu slulup alias berendam. Haha jangan lupa pakai Sunscreen dan sunblock sebelum berendam. Biar nggak gosong-gosong amat. Tentang Pantai Pasir Putih ini akan segera kuposting juga. Beneran bermain air di Pantai ini cukup menyenangkan.

Dua pantai ini masuk dalam daftar pantai yang akan kukunjungi lagi suatu saat. Nggak rugi sih datang ke Pantai ini menempuh perjalanan jauh dari Surabaya. Sekali ke Pantai, yakin kalian bakal ketagihan main ke Pantai lagi.

Oiya, ada referensi Pantai di Malang, Tulungagung atau Blitar favorit kalian? Tulis di kolom komentar yak, rencananya saat keadaan pandemi ini sudah membaik mau main ke pantai lagi. Udah kangen, ngen, ngen berat sama pantai, berbanding lurus dengan kangen ketemu doi.

Tagged , , , ,

About Rieagustina

Selain Suka Pantai, Aku juga suka kamu :)
View all posts by Rieagustina →

4 thoughts on “Liburan Ke Pantai di Blitar Bonus Bertemu Sesuatu

  1. di saat pandemi seperti sekarang ini memang tidak dianjurkan melakukan liburan. Tapi pemandangan pantainya cukup untuk mengobati rindu akan liburan.

    Tipe-tipe beberapa pantai di pantai selatan jawa yang dilengkapi dengan batu pemecah ombak. Ombak pantai selatan jawa memang gede dan ganas. Bahkan bisa merusak bangunan yang dekat dengan bibir pantai.

    Di semarang juga ada pantai, tapi kualitasnya mirip pantai kenjeran 😀

    1. Hallo Mas, iya nih. Karena pandemi beberapa bulan jadi belum bisa berlibur ke pantai lagi. Padahal sudah rindu bermain di Pantai

      Iya, Pantai di Blitar juga termasuk pantai Jalur Selatan, yang penting tetap hati-hati sih saat main ke pantai-pantai dengan ombak cukup besar.

      Ehehe iyaaa pantai berpasir cokelat di Semarang 😀 kalau di Semarang, menyenangkan main di daerah Bandungan. Hawanya sejuk. 😀

  2. Pantai Tambak adalah pantai seluruh umat warga blitar wkwkw …. aku lebih suka ke Gondo Mayit, lebih bersih dan privat, dulu nggak seramai sekarang sih. Walau ramainya masih wajar bangettt . . .

    1. Huhu iyaaa… Aku pen ke sana lagiii dari Pagi atau pas sore sekalian. Ya Ampun ombak di Gondo Mayit itu nyenengin soale pasir e resiiik… Aku betah slulup di sana alias berendam. Pengen ke pantai lagi tapi sek kyk ngene 😭😭

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *