brebes, jalan-jalan, Jawa Tengah

Melihat Pembuatan Garam Rebus di Desa Kaliwlingi Brebes Jawa Tengah

Baru tau ternyata ada pembuatan garam yang direbus di Brebes…

Saat sedang menyaksikan proses pencabutan duri bandeng yang menjadi pekerjaan sampingan ibu-ibu di dusun Pandansari, desa Kaliwlingi,Brebes, aku menengok ke sekeiling  tinggal segelintir orang. Pada ke mana nih? salah seorang teman menunjuk sebuah gubuk yang terletak di belakang sekolah Alam.

Rupanya, beberapa orang lainnya berada di sana. “Ada apaan sih?” tanyaku
“Melihat pembuatan Garam Rebus”
“hah? garam rebus, yang benar saja itu maksudnya pembuatannya memang direbus gitu?” tanyaku pada Mbak Nyi Penengah kala itu.

Garam Rebus Kaliwlingi

Penampakan Garam Rebus

Garam merupakan salah satu kebutuhan dapur yang cukup penting keberadaannya. Tanpa adanya garam, rasa sayur terasa hambar. Garam biasa dihasilkan di daerah-daerah yang dekat dengan pantai atau memiliki air asin.

Selama ini ak mengenal pembuatan garam secara umum  hanya dengan dijemur sehingga mengalami penguapan, namun yang unik di desa Kaliwlingi Pandansari Brebes ini, proses pembuatan dilakukan dengan cara direbus. Garam-rebus ini menjadi salah satu mata pencaharian warga sekitar.

Garam Rebus Kaliwlingi menjadi tempat pertama garam rebus di pulau Jawa yang sudah dilakukan secara turun-menurun. Cukup unik sebagai edukasi  dan berbeda cara pembuatan dengan daerah-daerah penghasil garam lainnya.
Aku melongok ke sebuah gubuk yang dijadikan tempat pembuatan garam rebus,kayu-kayu yang digunakan untuk merebus teronggok di depan gubuk sederhana bertutup kain-kain bekas spanduk. di sekelilingnya nampak berkarung-karung garam yang telah dihasilkan.

Baca Juga: Makan Urap Alur di Mangrove Pandansari

Cara pembuatan Garam Rebus di Kaliwlingi

Mas Bangkit, salah satu pemandu dari Desa Kaliwlingi menjelaskan tahapan dari proses pembuatan garam rebus.

Tahap pertama adalah penjeboran, atau penyaringan air. Bahan baku atau bahan utama dalam tahap penjeboran ini ada tanah liat, benih (garam krosok) abu, yang ditempatkan dalam tompo, di jawa Timuran biasa disebut bakul, terbuat dari anyaman bambu yang memiliki celah-celah kecil agar air bisa merembes.

Garam krosok (garam yang murah dan kasar itu lho) berasal dari air tambak yang berfungsi untuk meningkatkan kadar salinitas dalam garam rebus nantinya. Tanah yang digunakan untuk penjeboran diambil dari laut jugadan telah dijemur dulu selama dua hari.

kemudian air yang baru diambil dari laut disiramkan ke penjeboran, menghasilkan air yang menetes dalam bak. Air itulah yang  digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan garam rebus. Apakah setelah penyaringan air tersebut langsung direbus? ternyata tidak. Airnya masih harus diendapkan kurang lebih semalam agar air yang direbus benar-benar bening dan bersih. aku menyaksikan sendiri airnya memang benar-bernah jernih, dan hasil garamnya sangat bersih nan putih.

Selanjutnya, masuk ke tahap kedua  perebusan garam, di tempat ini ada 6 tungku berisi wajan yang digunakan untuk merebus garam. perebusannya menggunakan kayu bakar, ya iya sih kalau pakai LPG kan menghabiskan gas.

Air Laut yang telah disaring tadi dimasukkan ke dalam wajan, kemudian direbus sampai mendidih. Sesekali perlu diaduk agar garam tidak menggumpal. Ketika air perlahan menyusut akan menghasilkan endapan kristal-kristal garam. Ketika air menyusut, air ditambah lagi agar wajan tetap penuh. Sekali merebus, prosesnya berlangsung selama 6-7 jam. wah lama juga ya!

Mencoba ngaduk garam, ternyata abot ges..

Bapak-bapak yang mengaduk di perapian tersebut menawarkan untuk mencoba mengaduk garam yang setengah jadi, dan ketika aku mencoba mengaduk ternyata abot ges! alias berat banget. Udah gitu hawa panas dari perapian membuat badan dan bajuku sampai basah keringat, padahal hanya beberapa saat (nggak sampe lima menit) saja mencoba mengaduknya. Setelah melalui 6 Jam diaduk, garam-garam ini akan ditiriskan agar dingin.

Tahap Ketiga Garam-garam setengah basah tadi dilakukan penjemuran selama kurang lebih dua hari lagi apabila cuaca bersahabat dengan dilapisi abu agar air menyerap ke abu sampai betul-betul kering. Setelah itu garam akan dimasukkan ke dalam karung-karung untuk diangkut ke tempat pengemasan.

Tahap Terakhir , menutut cerita bapaknya biasanya garam-garam ini sebelum dikemas kan dibagi menjadi dua. Yang satu akan ditambah iodium (yodium) sedangkan satunya dikemas tanpa yodium (biasanya digunakan untuk proses pembuatan telur asin khas Brebes) jadi, ini rahasianya telur asin brebes yang masir nan lezat itu, pakai garam rebus gaes… bukan garam krosok.

Di tempat yang aku kunjungi ini merupakan tempat perebusan saja, sedangkan tempat pengemasan ya berada di tempat lain.Sayangnya waktu itu kami tidak mampir ke tempat pengemasan karena harus melanjutkan ke destinasi selanjutnya, Pantai Pulau Cemara. Aku senang sekali bisa melihat langsung pembuatan garam rebus di desa Kaliwlingi,Brebes Jawa Tengah ini. dan ini merupakan pengalaman pertama bisa menyaksikan langsung proses pembuatan garam rebus. Ternyata untuk menghasilkan garam rebus proses pembuatannya cukup lama.

kalau kalian tertarik, bisa berkunjung ke lokasi langsung untuk melihat pembuatan Garam Rebus Khas Brebes setelah itu jangan lupa makan Sate Blengong dan Kupad Glabed khas Brebes, ya!

Tagged , ,

About Rieagustina

Selain Suka Pantai, Aku juga suka kamu :)
View all posts by Rieagustina →

7 thoughts on “Melihat Pembuatan Garam Rebus di Desa Kaliwlingi Brebes Jawa Tengah

  1. Wah ternyata garam rebusnya asin juga 🤣🤣 aku malah baru lihat secara langsung proses pembuatan garam di Brebes. Selama ini cuma mengkonsumsi garam buat masakan tapi tak pernah lihat proses pembuatannya.

    1. Ya iyalah wong garam 🤣🤣🤣 ini pertanyaan apaan, coba. Sama tak kira pembuatan garam itu cuma tinggal dijemur doang, ternyata ada yang direbus. Hahaha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *