Jawa Timur, Uncategorized

Kesasar Saat Nyetir Surabaya-Kediri Lewat Pare

Nyetir Surabaya-Kediri Lewat Pare – Dua tahun belakangan aku mulai terbiasa ke luar kota motoran sendiri. terutama saat pulang kampung. Seperti beberapa waktu lalu ada urusan di Kediri. Sudah biasa nyetir Surabaya sampe rumah nenek hanya dalam waktu 2,5 jam jika berangkat pagi hari.

Memutuskan berangkat pukul setengah 6 pagi setelah membereskan rumah dan menyiapkan masakan untuk ibu aku memacu motor dengan kecepatan sedang. Jalanan belum terlalu ramai saat aku berangkat memacu motorku, melalui alur yang biasa kutempuh.

Bingung baca maps

Entah pagi itu aku sedang ngantuk atau gimana, aku salah belok. harusnya lewat Perak – Jombang aku malah belok yang ke arah Diwek. Sudah terlanjur jauh aku baru sadar itu bukan jalur yang biasa kulalui. buru-buru aku menepi, untuk membuka maps.
Gara-gara salah belok aku jadi harus buka maps untuk cari jalan alternatif. Dan jujur, aku termasuk tipe orang yang suka bingung kalau disuruh baca maps. Harusnya belok kanan malah belok kiri. Alhasil….. Jeng.. Jeng… Kesasar dong 😂😂😂
Jangankan saat di jalan besar, orang udah ada di kompleks rumah temen pas nyetir Surabaya-Kediri-Blitar, tinggal belok aja salah kok. Dasar geblek!

Baca juga: Destinasi Wisata Blitar yang bisa ditempuh dengan jalan kaki

Cara mencari jalan keluar saat tersesat menuju luar kota


Kalau udah nggak yakin sama jalan yang ditunjukkan oleh peta, mending segera cari bantuan dan alternatif lain. Hal ini yang biasa aku terapkan saat tersesat.

  • Bertanya langsung pada orang sekitar
    Cara ampuh kalau sedang tersesat biasanya langsung pakai manual GPS alias nanya ke orang sekitar yang ditemui.
  • Ikuti kendaraan yang sekiranya berasal dari luar kota. Sebenarnya cara ini agak gambling alias jangan dicoba kalau nggak yakin. tapi aku biasa menerapkan ini kalau tersesat, mengikuti mobil yang berasal dari plat luar kota setidaknya sampai jalan besar

Pergi Sendiri Bukan Pembuktian pada orang lain


Sebenernya aku cukup risih ketika beberapa orang bilang “lho kok sendirian“ kamu perempuan lho.. Bla.. Bla.. “mbok yo ajak temannya”.
Sebenernya bukan juga pembuktian bahwa aku cukup berani dan nekat. Tapi aku lebih nyaman ke mana-mana sendiri, nggak mau ribet dan nggak mau nyusahin orang lain. Selain itu, sepertinya aku mulai ketagihan bepergian sendirian. Walau ujung-ujungnya sambat boyok pegel. Haha..

Saat pergi sendirian aku meerasa bisa mengeksplorasi diriku sendiri, apa yang aku mau dan inginkan. Mungkin orang lain bisa berfikir kalau pergi sendirian itu menyeramkan. Tapi kalau kalian ingin sekali-kali mencoba, bisa baca tips bepergian sendiri naik motor ala aku.

pernah punya pengalaman nyasar saat pergi sendirian,nggak?

Tagged , ,

About Rieagustina

Selain Suka Pantai, Aku juga suka kamu :)
View all posts by Rieagustina →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *